INI BUKAN TENTANG HATI YANG TERSAKITI,
kembali menengok hari yg telah lalu. hari dimana aku dalam kebingungan, disaat aku mencoba menyertakan langkahku dalam sebuah prestasi dan pada saat yang sama sang ayah dan ibu sedang kebingungan untuk mengumpulkan biaya untuk kelanjutan studiku.
aku mencoba menelusuri langkahku, hingga tiba waktunya aku memang harus benar-benar melangkah.
10 Maret 2015.
mengenal 2 sosok kakak tingkat yang hebat itu merupakan anugrah yang luar biasa. meskipun mereka terkadang dipandang sebelah mata oleh berbagai kalangan, aku tetap percaya bahwa mereka adalah kakak-kakakku yang luar biasa. kakak tingkatku yang pertama merupakan seorang politikus yang lumayan rajin baca, beliau suka menulis, tapi orannya agak selengen, terus juga lumayan sombong. tapi beliau baik kok, meskipun kadang hinaannya nyakitin tapi beliau tetep punya sisi kebaikan yang belum bisa terlupakan hingga hari ini. sebut aja Ahmad
sosok kakak tingkat kedua, merupakan seorang wanita yang tangguh, dengan jiwa sosial yang sangat tinggi. suaranya yang lembut, sikap yang penuh perhatian, nyenengin, ngangenin meskipun kadang orangnya suka mood2an. beliau itu pinter, tegas dalam mengambil keputusan, bijak dalam mengambil tindakkan. pokoknya keren deh, panggil aja Miftah.
keduanya merupakan Kating paling keren yang pernah aku kenal di Prodi Geografi, karena apa?
karena mereka menginspirasi, meskipun tak semua sikap dan ucapannya bisa ditiru, setidaknya ada sejumlah pengalaman yang telah mereka torehkan untuk bisa dipelajari, dikenang, dan diaplikasikan dalam kehidupannku.
satu tim dengan kedua orang hebat tersebut bukanlah yang pertama kalinya, ini merupakan langkah kedua setelah pelombaan atikel satu tahun silam yang hanya memperoleh juara kedua, padahal ada di kandang sendiri. sudahlah itu pengalaman masalalu. dan kini Alloh memeberikan kesempatan yang kedua kalinya untuk bisa satu tim bareng kak ahmad dan mbk miftah.
meski sadar aku bukan adek tingkat yang punya pengalaman sebanding dengan mereka, aku tetap mencoba optimis bisa gabung bareng tim ini. emang sih kadang-kadang sebel juga, tiap kali usul gak pernah diterima lantaran gak cocoklah, gak nyambunglah, ah pokoknya serba salah. tapi aku aku banyak belajar tentang hal itu, mulai dari cara penolakan argumen secara langsung, penolakan secara tidak langsung, penerimaan argumen, menyikapi kekonyolan adek tingkat, dan masih banyak lagi.
tanggal 5 Maret 2015 Artikel diterima panitia, tanggal 9 baru pengumuman, oohhh ternyata masuk 5 besar dari 5 pendaftar aganknya, ya Alhamdulillah. meskipun awalnya sempet bingung antara ikut dan enggak. waktu coba ngobrol sama mamah dan bapak tentang lomba ini, mereka cuma bilang, uangnya kira2 cukup nggak??
setelah dihitung-hitung ternyata uamh di ATM tinggal dikit, mana belum seminar.